Sunday, 29 November 2015

[MPASI] Bubur Jagung


Anak keduaku, Hisyam sudah berumur 7 bulan sekarang. Ibunya mulai bereksperimen sedikit, masih makanan tunggal atau single food untuk tes alergi.
Dan masih belum gula garam ya..
Umur 7 bulan, porsi makan sudah ditambah sedikit. Makan juga sudah 2 kali sehari, siang bubur nasi, sorenya buah purée. 

-beras blender
-jagung blender
-campur dan sangrai
-masak dengan kaldu ayam ceker
-sampai menjadi bubur
-tambahkan ASIP 

Friday, 6 November 2015

[MPASI] Puree Brokoli & Beras Sangrai Tumbuk

Bahan : brokoli, beras sangrai tumbuk 

1. Kukus brokoli lalu haluskan/blender

2. Masak beras dengan kaldu sampai Jadi bubur

3. Masukan brokoli yang telah halus

4. Tambahan ASIP jika perlu

 


Tuesday, 3 November 2015

[MPASI] Kesalahan Membuat MPASI


Apakah cara memasak bubur bayi yang Anda lakukan sudah benar? Hati-hati Bunda, banyak resep bubur bayi yang kurang baik.

Bila resep bubur bayi Anda mengatakan harus mendidihkan atau memanaskan ASI/sufor di kompor, jangan lakukan hal itu. Buatlah bubur seperti biasanya (dengan air ataupun kaldu), lalu ketika bubur sudah tidak terlalu panas lagi, campurkanlah susu.Bila resep bubur bayi Anda mengatakan harus mendidihkan atau memanaskan ASI/sufor di kompor, jangan lakukan hal itu. Buatlah bubur seperti biasanya (dengan air ataupun kaldu), lalu ketika bubur sudah tidak terlalu panas lagi, campurkanlah susu.

Ada baiknya susu dicampurkan bila bubur sudah mau dimakan, supaya sisa bubur yang ada bisa tahan lebih lama. Setelah susu dicampurkan, langsung diberikan kepada bayi. Bila ada sisa, sebaiknya dibuang saja.

Selain itu, selektiflah dan bersikap kritislah terhadap semua informasi yang beredar di sekitar kita, termasuk informasi yang didapatkan dari internet. Bila ada resep yang memasukkan madu untuk makanan bayi di bawah 1 tahun, lebih baik cari resep lain yang lebih baik.

Bila Bunda mengikuti prinsip tanpa gula dan garam untuk bayi di bawah 1 tahun, jangan tergiur dengan saran menggunakan gula aren sebagai pengganti gula biasa. Pada dasarnya gula arenpun gula juga, sehingga sebaiknya tetap dihindari.

Sumber : id.theasianparent.com

Saturday, 17 October 2015

Friday, 16 October 2015

MPASI 6 bulan homemade


Tak perlu menggunakan beras instan untuk memperkenalkan MPASI pada bayi. Cukup ambil seperempat mangkuk beras, sangrai, kemudian haluskan dengan blender atau penghancur lainnya. Kemudian olah sebagai berikut:


¼ Mangkuk beras bubuk

1 Mangkuk air (perbandingan air dengan beras adalah 1:4)


Cara memasak:

Campur bubuk beras dengan sebagian air.

Didihkan sisa air, dan masukkan larutan beras dan terus aduk hingga mendidih kurang lebih 10 menit.

Sajikan hangat. Boleh ditambah ASI atau susu formula jika suka.

Memasuki minggu kedua, Parents dapat mencampurkan sayur misalkan wortel ke dalam bubur.

Sumber : theasianparents.

#6month #mpasi #mpasirumahan #mpasihomemade #mpasi6bulan #jakarta 


Saturday, 3 October 2015

German Measles (Campak Jerman)

Anak kedua, baby Hisyam terlihat hanya pilek-pilek saja. Demam dan suhu badan meningkat pada hari ketiga. Saya kira demam dari pileknya. Besok sorenya terlihat ruam-ruam merah di sekitar leher, tangan dan terlihat di kaki pada keesokan hari nya. Postif terkena campak saat dokter bilang german measles. Apa siy itu? Langsung mencari tahu apa yang dimaksud dengan campak Jerman ini. 

Nama "rubella" berasal dari bahasa Latin dan berarti sedikit merah. Ini pertama kali dijelaskan sebagai penyakit terpisah oleh dokter Jerman pada tahun 1814 yang mengakibatkan nama "campak Jerman." Pada tanggal 29 April, 2015, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan Amerika secara resmi bebas dari transmisi rubella. 

Rubella, juga dikenal sebagai campak Jerman atau tiga hari campak, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus rubella. Penyakit ini sering ringan dengan setengah dari orang-orang tidak menyadari bahwa mereka sakit. Ruam mungkin mulai sekitar dua minggu setelah paparan dan berlangsung selama tiga hari. Hal ini biasanya dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini tidak seterang yang campak dan kadang-kadang gatal. Pembengkakan kelenjar getah bening yang umum dan dapat berlangsung beberapa minggu. Gejala demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan juga dapat terjadi. 

Rubella berbeda dengan campak (rubeola), meskipun kedua penyakit ini cenderung memiliki karakteristik yang sama, seperti ruam merah yang khas. Rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dari campak, dan tidak separah campak. 

Apa Saja Gejala Rubella?
Terutama pada anak-anak, tanda atau gejala rubella seringkali sangat ringan sehingga sulit untuk diidentifikasi. Jika memang tanda dan gejalanya terjadi, umumnya baru akan muncul antara 2 atau 3 minggu setelah terpapar virus. Gejala-gejala umum dari rubella antara lain:
1. Ruam merah (dimulai dari wajah lalu menjalar ke leher dan ekstremitas -kaki dan tangan- dan berlangsung sekitar 3 hari).
2. Demam ringan (38,9 derajat celcius atau lebih rendah).
Pembesaran kelenjar getah bening (di dasar tengkorak, bagian belakang leher, dan belakang telinga).
3. Mata merah.
4. Hidung tersumbat atau meler.
5. Nyeri sendi, terutama pada wanita muda.
6. Sakit kepala.
7. Rubella yang mengenai ibu hamil terutama pada trimester pertama dapat mengakibatkan komplikasi serius pada janin, seperti kecacatan lahir bahkan kematian janin. Rubella pada saat kehamilan juga menjadi penyebab paling umum dari tuli kongenital.

Rubella biasanya menyebar melalui udara melalui batuk dari orang yang terinfeksi. Orang menular selama seminggu sebelum dan setelah munculnya ruam. Bayi dengan CRS mungkin menyebarkan virus selama lebih dari satu tahun. Hanya manusia yang terinfeksi. Serangga tidak menyebarkan penyakit. Setelah pulih, orang kebal terhadap infeksi di masa depan. Pengujian tersedia yang dapat memverifikasi imunitas. Diagnosis dikonfirmasi dengan menemukan virus di dalam darah, tenggorokan, atau urin. Pengujian darah untuk antibodi mungkin juga berguna.

Tidak ada pengobatan khusus untuk mempercepat masa infeksi rubella, dan karena gejalanya sangat ringan maka pengobatan biasanya kurang diperlukan. Biasanya hanya terbatas pada penggunaan obat-obat simptomatik, seperti paracetamol untuk menurunkan demam. Namun seringkali juga dokter akan mengisolasi penderita (terutama wanita hamil) selama periode infeksi. 

Bagaimana Mencegah Rubella?
Vaksin campak, gondong, dan rubella (MMR) merupakan kombinasi vaksin yang berfungsi melindungi anak-anak dari serangan tiga virus ini. Vaksin MMR efektif memberikan kekebalan pada kebanyakan orang, dan orang yang sudah pernah terkena rubella biasanya akan kebal seumur hidupnya.

Vaksin MMR yang pertama biasanya diberikan saat anak berusia 12 bulan, vaksin kedua diberikan saat usia 4-6 tahun. Walaupun sebenarnya vaksin kedua sudah bisa diberikan setelah 28 hari sejak pemberian vaksin pertama, meskipun belum berusia empat tahun.

Sumber : Wikipedia; medkes;
www.bettermedicine.com; www.nhs.co.uk; www.mayoclinic.org

Tuesday, 29 September 2015

Sayuran Hijau Untuk Daya Tahan Tubuh

Sayuran hijau yang alami membuat sistem daya tubuh tidak menurun. Sayuran hijau juga dipercaya memiliki kandungan nutrisi mineral dan protein yang cukup untuk mencegah masuk angin dan flu. Berikut beberapa sayuran hijau yang ampuh menghindari penyakit masuk angin.

SELADA
Satu mangkok selada digabungkan dengan kecambah dipercaya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga mengurangi resiko peradangan pada hidung. Selada juga dapat membantu menyembuhkan penyakit flu.

KALE
Memiliki kandungan vitamin A, C, dan K serta kalsium, Kale dapat membantu mengalahkan infeksi pada tubuh.

KUBIS
Dapat membantu mengobati masuk angin dan kaya akan vitamin C. Dengan mengkonsumsi sayuran ini di pagi hari setelah bangun tidur, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

BROKOLI
Sayuran yang sedikit pahit ini memiliki kandungan vitamin C, A, kalium, dan folat serta dapat menyembuhkan masalah flu dan masuk angin.

BAYAM
Ketika flu menyerang, konsumsilah bayam sampai sembuh. Dengan kandungan vitamin A, C dan folat, bayam dipercaya ampuh untuk meredakan flu.

COLLARD
Bentuk yang mirip dengan kangkung ini memiliki gizi yang tinggi yang dapat menyembuhkan flu dan juga dapat menurunkan berat badan.

SAWI HIJAU
Dipercaya dapat memenuhi nutrisi pada tubuh, Sawi Hijau juga dapat menghindari resiko infeksi pada dada.

Sumber: DREAM.co.id