Tuesday, 3 November 2015
[MPASI] Kesalahan Membuat MPASI
Apakah cara memasak bubur bayi yang Anda lakukan sudah benar? Hati-hati Bunda, banyak resep bubur bayi yang kurang baik.
Bila resep bubur bayi Anda mengatakan harus mendidihkan atau memanaskan ASI/sufor di kompor, jangan lakukan hal itu. Buatlah bubur seperti biasanya (dengan air ataupun kaldu), lalu ketika bubur sudah tidak terlalu panas lagi, campurkanlah susu.Bila resep bubur bayi Anda mengatakan harus mendidihkan atau memanaskan ASI/sufor di kompor, jangan lakukan hal itu. Buatlah bubur seperti biasanya (dengan air ataupun kaldu), lalu ketika bubur sudah tidak terlalu panas lagi, campurkanlah susu.
Ada baiknya susu dicampurkan bila bubur sudah mau dimakan, supaya sisa bubur yang ada bisa tahan lebih lama. Setelah susu dicampurkan, langsung diberikan kepada bayi. Bila ada sisa, sebaiknya dibuang saja.
Selain itu, selektiflah dan bersikap kritislah terhadap semua informasi yang beredar di sekitar kita, termasuk informasi yang didapatkan dari internet. Bila ada resep yang memasukkan madu untuk makanan bayi di bawah 1 tahun, lebih baik cari resep lain yang lebih baik.
Bila Bunda mengikuti prinsip tanpa gula dan garam untuk bayi di bawah 1 tahun, jangan tergiur dengan saran menggunakan gula aren sebagai pengganti gula biasa. Pada dasarnya gula arenpun gula juga, sehingga sebaiknya tetap dihindari.
Sumber : id.theasianparent.com
Saturday, 17 October 2015
[MPASI] purée pepaya
Labels:
jakarta,
jeruk,
MPASI,
mpasi6bulan,
mpasihomemade,
mpasirumahan,
pepaya,
puree,
purée papayas
Friday, 16 October 2015
MPASI 6 bulan homemade
Tak perlu menggunakan beras instan untuk memperkenalkan MPASI pada bayi. Cukup ambil seperempat mangkuk beras, sangrai, kemudian haluskan dengan blender atau penghancur lainnya. Kemudian olah sebagai berikut:
¼ Mangkuk beras bubuk
1 Mangkuk air (perbandingan air dengan beras adalah 1:4)
Cara memasak:
Campur bubuk beras dengan sebagian air.
Didihkan sisa air, dan masukkan larutan beras dan terus aduk hingga mendidih kurang lebih 10 menit.
Sajikan hangat. Boleh ditambah ASI atau susu formula jika suka.
Memasuki minggu kedua, Parents dapat mencampurkan sayur misalkan wortel ke dalam bubur.
Sumber : theasianparents.
#6month #mpasi #mpasirumahan #mpasihomemade #mpasi6bulan #jakarta
Saturday, 3 October 2015
German Measles (Campak Jerman)
Anak kedua, baby Hisyam terlihat hanya pilek-pilek saja. Demam dan suhu badan meningkat pada hari ketiga. Saya kira demam dari pileknya. Besok sorenya terlihat ruam-ruam merah di sekitar leher, tangan dan terlihat di kaki pada keesokan hari nya. Postif terkena campak saat dokter bilang german measles. Apa siy itu? Langsung mencari tahu apa yang dimaksud dengan campak Jerman ini.
Nama "rubella" berasal dari bahasa Latin dan berarti sedikit merah. Ini pertama kali dijelaskan sebagai penyakit terpisah oleh dokter Jerman pada tahun 1814 yang mengakibatkan nama "campak Jerman." Pada tanggal 29 April, 2015, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan Amerika secara resmi bebas dari transmisi rubella.
Rubella, juga dikenal sebagai campak Jerman atau tiga hari campak, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus rubella. Penyakit ini sering ringan dengan setengah dari orang-orang tidak menyadari bahwa mereka sakit. Ruam mungkin mulai sekitar dua minggu setelah paparan dan berlangsung selama tiga hari. Hal ini biasanya dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini tidak seterang yang campak dan kadang-kadang gatal. Pembengkakan kelenjar getah bening yang umum dan dapat berlangsung beberapa minggu. Gejala demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan juga dapat terjadi.
Rubella berbeda dengan campak (rubeola), meskipun kedua penyakit ini cenderung memiliki karakteristik yang sama, seperti ruam merah yang khas. Rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dari campak, dan tidak separah campak.
Apa Saja Gejala Rubella?
Terutama pada anak-anak, tanda atau gejala rubella seringkali sangat ringan sehingga sulit untuk diidentifikasi. Jika memang tanda dan gejalanya terjadi, umumnya baru akan muncul antara 2 atau 3 minggu setelah terpapar virus. Gejala-gejala umum dari rubella antara lain:
1. Ruam merah (dimulai dari wajah lalu menjalar ke leher dan ekstremitas -kaki dan tangan- dan berlangsung sekitar 3 hari).
2. Demam ringan (38,9 derajat celcius atau lebih rendah).
Pembesaran kelenjar getah bening (di dasar tengkorak, bagian belakang leher, dan belakang telinga).
3. Mata merah.
4. Hidung tersumbat atau meler.
5. Nyeri sendi, terutama pada wanita muda.
6. Sakit kepala.
7. Rubella yang mengenai ibu hamil terutama pada trimester pertama dapat mengakibatkan komplikasi serius pada janin, seperti kecacatan lahir bahkan kematian janin. Rubella pada saat kehamilan juga menjadi penyebab paling umum dari tuli kongenital.
Rubella biasanya menyebar melalui udara melalui batuk dari orang yang terinfeksi. Orang menular selama seminggu sebelum dan setelah munculnya ruam. Bayi dengan CRS mungkin menyebarkan virus selama lebih dari satu tahun. Hanya manusia yang terinfeksi. Serangga tidak menyebarkan penyakit. Setelah pulih, orang kebal terhadap infeksi di masa depan. Pengujian tersedia yang dapat memverifikasi imunitas. Diagnosis dikonfirmasi dengan menemukan virus di dalam darah, tenggorokan, atau urin. Pengujian darah untuk antibodi mungkin juga berguna.
Tidak ada pengobatan khusus untuk mempercepat masa infeksi rubella, dan karena gejalanya sangat ringan maka pengobatan biasanya kurang diperlukan. Biasanya hanya terbatas pada penggunaan obat-obat simptomatik, seperti paracetamol untuk menurunkan demam. Namun seringkali juga dokter akan mengisolasi penderita (terutama wanita hamil) selama periode infeksi.
Bagaimana Mencegah Rubella?
Vaksin campak, gondong, dan rubella (MMR) merupakan kombinasi vaksin yang berfungsi melindungi anak-anak dari serangan tiga virus ini. Vaksin MMR efektif memberikan kekebalan pada kebanyakan orang, dan orang yang sudah pernah terkena rubella biasanya akan kebal seumur hidupnya.
Vaksin MMR yang pertama biasanya diberikan saat anak berusia 12 bulan, vaksin kedua diberikan saat usia 4-6 tahun. Walaupun sebenarnya vaksin kedua sudah bisa diberikan setelah 28 hari sejak pemberian vaksin pertama, meskipun belum berusia empat tahun.
Sumber : Wikipedia; medkes;
www.bettermedicine.com; www.nhs.co.uk; www.mayoclinic.org
Tuesday, 29 September 2015
Sayuran Hijau Untuk Daya Tahan Tubuh
Sayuran hijau yang alami membuat sistem daya tubuh tidak menurun. Sayuran hijau juga dipercaya memiliki kandungan nutrisi mineral dan protein yang cukup untuk mencegah masuk angin dan flu. Berikut beberapa sayuran hijau yang ampuh menghindari penyakit masuk angin.
SELADA
Satu mangkok selada digabungkan dengan kecambah dipercaya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga mengurangi resiko peradangan pada hidung. Selada juga dapat membantu menyembuhkan penyakit flu.
KALE
Memiliki kandungan vitamin A, C, dan K serta kalsium, Kale dapat membantu mengalahkan infeksi pada tubuh.
KUBIS
Dapat membantu mengobati masuk angin dan kaya akan vitamin C. Dengan mengkonsumsi sayuran ini di pagi hari setelah bangun tidur, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
BROKOLI
Sayuran yang sedikit pahit ini memiliki kandungan vitamin C, A, kalium, dan folat serta dapat menyembuhkan masalah flu dan masuk angin.
BAYAM
Ketika flu menyerang, konsumsilah bayam sampai sembuh. Dengan kandungan vitamin A, C dan folat, bayam dipercaya ampuh untuk meredakan flu.
COLLARD
Bentuk yang mirip dengan kangkung ini memiliki gizi yang tinggi yang dapat menyembuhkan flu dan juga dapat menurunkan berat badan.
SAWI HIJAU
Dipercaya dapat memenuhi nutrisi pada tubuh, Sawi Hijau juga dapat menghindari resiko infeksi pada dada.
Sumber: DREAM.co.id
Labels:
bayam,
brokoli,
collard,
Daya tahan Tubuh,
flu,
kale,
kubis,
masuk angin,
obat alami,
sawi hijau,
Sayuran,
Sayuran hijau,
selada
Monday, 31 August 2015
Foremilk dan Hindmilk
Alhamdulillah sampai saat ini, Hisyam 4 bulan, ASI masih cukup dan berlebih. Inilah salah satu keajaiban yang diberikan kepada ibu yang menyusui. Ulasan berikut foremilk dan hindmilk berikut dijamin membuat saya dan para Ibu makin bersyukur karena memilikinya.
1. Foremilk
Coba perhatikan warna ASI yang pertama kali keluar saat sedang menyusui si kecil. Air susu tampak tak berwarna, kadang sedikit kebiruan. Air susu inilah yang disebut dengan foremilk. Foremilk tampak jernih karena mengandung lebih banyak air dan lebih sedikit lemak.
Foremilk mengandung laktosa yang penting bagi pembentukan otak bayi dan memenuhi kebutuhan bayi terhadap air minum. Selain itu, foremilk juga kaya akan protein yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mempercepat pembentukan saraf dan jaringan tubuh dan memperkuat daya tahan tulang serta kulit.
Melimpahnya air susu dalam payudara kadang membuat foremilk mengucur terlalu deras, sehingga bayi bisa tersedak atau bahkan menolak minum ASI. Cara mengatasinya adalah dengan memerah atau memompa foremilk sebagian hingga jumlah ASI dalam payudara menjadi sedikit berkurang dan aliran ASI tidak terlalu deras.
Tidak perlu khawatir jika air susu yang keluar dari payudara tampak bening dan tidak berwarna putih. Itu bukan berarti kualitas ASI Anda tidak bagus, melainkan kadar foremilk dalam payudara yang lebih banyak dibandingkan hindmilk.
2. Hindmilk
Setelah beberapa saat Anda menyusui (biasanya sekitar 5 menit), maka ASI akan berubah warna menjadi lebih putih bersih seperti susu sapi. Air susu ini disebut dengan nama hindmilk atau susu belakang, karena muncul belakangan di akhir atau di tengah-tengah proses menyusui.
Hindmilk berwarna putih karena mengandung lebih banyak lemak dibandingkan foremilk sehingga bayi akan mendapatkan cukup energi dan merasa kenyang seharian.
Hindmilk mulai terbentuk ketika kadar air susu dalam payudara berkurang. Semakin sedikit jumlah air susu, semakin tinggi pula kandungan lemak di dalamnya.
Lemak juga berperan penting dalam melindungi organ-organ vital dalam tubuh bayi yang belum terbentuk sempurna, sebagai sumber energi dan melindungi tubuh bayi dari serangan suhu panas maupun dingin.
Ada anggapan bahwa bayi harus disusui secara bergantian agar bentuk payudara kita tetap sama (tidak besar atau kecil sebelah). Padahal memindahkan bayi untuk menyusu di payudara yang lain mengakibatkan ia lebih banyak menyerap foremilk daripada hindmilk. Akibatnya bayi akan mudah lapar dan sering gelisah dalam tidurnya.
Lebih baik biarkan bayi menyusu pada satu payudara sampai kosong, baru berpindah ke payudara lainnya. Atau 15 menit untuk 1 payudara, baru berpindah ke payudara lainnya. Durasi menyusu yang normal adalah sekitar 25-30 menit, selebihnya bayi hanya mengisap puting susu tanpa menghisap air susu Anda.
Sumber : id.theasianparent.com
Sunday, 19 July 2015
[makanan] Makaroni Kukus
Makaroni kukus ala cheft Bara, simple saja.
Bahan:
225 gram macaroni mentah – matangkan dengan mengikuti petunjuk pada kemasan
2 sdm mentega
½ buah bawang bombai – iris tipis
3 siung bawang putih – cacah halus
5 sdm kacang polong beku
4 lembar smoked beef – cacah atau robek kasar
250 ml susu segar
6 butir telur – kocok lepas
½ sdt garam
¼ sdt merica
1 sdt bubuk kaldu ayam
1 sdt gula
1 sdm cacahan daun parsley (boleh dihilangkan)
1 kotak keju cheddar – parut halus
Sedikit mentega untuk mengoles loyang
Keju cepat leleh secukupnya – parut halus untuk topping macaroni schotel
Sedikit bubuk paprika untuk taburan
Cara Membuat:
1. Taruh makaroni yang sudah matang dalam mangkok, sisihkan.
2. Lelehkan dan panaskan mentega, kemudian tumis bawang bombai, bawang putih hingga harum dan bawang bombai sedikit layu. Masukan kacang polong dan smoked beef. Masak sebentar kemudian tuang tumisan ke dalam makaroni, aduk.
3. Siapkan kukusan, isi bagian panci bawahnya dengan air, kemudian panaskan di atas api.
4. Tuang susu, kocokan telur, garam, merica, bubuk kaldu ayam, gula dan daun parsley, kemudian terakhir parutan keju cheddar, aduk rata semuanya.
5. Oles loyang pyrex dengan mentega, tuang makaroni dalam loyang. Beri parutan keju cepat leleh dan tabur dengan sedikit bubuk paprika.
Tutup rapat pinggan dengan aluminium foil, kemudian kukus selama 35-40 menit.
6. Dinginkan dulu selama kurleb 2 jam sebelum dihidangkan.
Tips:
1. Pastikan bila mengukus, foil sangat rapat, agar uap tidak masuk ke dalam makaroni.
2. Macaroni schotel ini juga bisa dipanggang bila diinginkan. Panggang dalam oven 170° celcius selama 35-40 menit. Pinggan ditutup dengan aluminium foil hanya 30 menit pertama, kemudian angkat foil, agar keju topping bisa menjadi kecoklatan.
Subscribe to:
Posts (Atom)




